Cerita Lucu Ustat Dan Preman Pasar

 

Didunia ini pasti ada yang baik dan juga ada yang buruk, seperti halnya cerita lucu dibawah ini. Ada sorang yang berprofesi sebagai ustat dan ada juga yang berprofesi sebagai pereman pasar. Suatu saat preman dan ustat tersebut bertemu di pinggiran jalan. Melihat dandanan preman maka sang ustat memberanikan diri untuk berbicara kepadanya.

Hari Pertama
ustat lucu
Hay mas kata sang ustat, hay juga bro sahut sang preman. Kemudian sang ustat bertanya kembali mau kemana ini kok pakaiannya seperti itu? jawab sang preman biasa bro mau ambil setoran dipasar (malak maksutnya). Padahal premana ini masih muda dan tidak berwajah tampan, coba saja dia ingin bekerja dengan baik maka hasilnya akan berbeda. Tak lama kemudian sang ustat tersebut mengambil suatu buku yang berjudul "Jalan Benar Tidak Sulit"

Setelah mengeluarkan buku tersebut lucunya ustat langsung memberikan kepada sang preman dan berkata "hay mas, saya punya buku yang culu, coba kamu baca mungkin bisa mengisi waktu luangmu di pasar nanti". Diterimalah buku lucu itu dan dibawalah ke pasar.


Hari Kedua (Bahaya Mabok)
bahaya narkoba lucuPada hari berikutnya bertemulah kedua orang ustat dan preman tadi. Langsung saja sang preman menghampiri ustat dan berkata "pak ustat....terimakasih sekali pak, setelah saya membaca buku anda ternyata isinya membuat inspirasi untuk saya. Dibuku itu dituliskan tentang bahaya minuman keras yang bisa menyebabkan berbagai penyakit dalam dan membuat cepat tua. Makasemenjak itu saya langsung berhenti minum-minuman keras lagi".

Sahut ustat itu baguslah mas kalau begitu, apakah bacanya sudah selesai sampai belakang? kata preman itu belum bro, saya masih sampai bab 1 mengenai bahaya minum-minuman keras. Oya sudah dilanjutkan saja sampai selesai membacanya sahut sang ustat tersebut.


Hari Ketiga (Bahaya Merokok)
bahaya merokok lucuDi hari berikutnya tepatnya hari ketiga mereka bertemu kembali dan mendiskusikan tentang isi dari buku lucu yang diberikan ustat kebada preman pasar itu. Preman berkata "saya sekarang sudah berhenti merokok pak bro ustat, kemaren saya baca tentang bahaya merokok bisa menyebabkan kanker, hipotensi, dan dompet kering. Semenjak itu saya langsung berhenti merokok pak.

Bagus-bagus...ujar sang ustat. lalu kamu menghentikannya dengan apa? Dengan permen pak ustat sahut sang preman. Jadi setiap pengen merokok saya langsung mencari permen. Beli? Tidaklah ambil di warung pak Slamet. Nyuri? Utang pak. Bayarnya? ga tak pikir pak...!!! Namanya nyuri itu mas.


Hari Keempat (Bahaya Narkoba)
bahaya obat lucuSelanjutnya di hari keempat bertemulah kembali ustat dan preman itu di pasar. Seperti biasa mereka berdiskusi tentang buku itu kembali. Sang ustat bertanya kepada preman itu "apa yang kamu dapatkan dalam buku bab 3 ini? Preman menjawab " saya menemukan bahaya menggunakan narkoba, disini dikatakan saya bisa terkena penyakit virus, dan bisa membuat lupa ingatan. Dari situ saya langsung berhenti mengkonsumsi narkoba.

Ooo....Begitu ya, jadi kamu sekarang sudah tidak menggunakan narkoba lagi ya? Baguslah kalau begitu. nah sekarang bab ke empat, Gimana mau dibahas bareng atau besok saja? Jawab preman itu "besok saja pak bro ustat, saya mau kerja dulu. Kaget ustat mendengan pria muda itu telah kerja. Lalu bertanyalah sudah kerja ya? Iya. Kerja dimana? Dipasar. Ngapai? Masih malak.


Hari Kelima (Bahaya Malak)
preman pasar lucuDi hari kelima ini dngan berat hati sang preman bertemu dengan ustat dan berkata "pak ustat sekarang saya sudah tidak malak di pasar lagi, saya sudah tidak menjadi preman lagi. Ustat bertanya. loh kenapa?? Di buku lucu ini desebutkan bahaya akhirat orang yang suka malak. Bisa masuk siksaan neraka paling dalam dan bertemu dengan malaikat penghukum setiap detiknya.

Saya jadi takut malak lagi dipasar, jika saya mati nanti bisa masuk neraka yang disiksa setiap saat. Jadi merinding saya membacanya. Dan sekarang preman tersebut sudah tidak beroprasi kembali di pasar itu. Sang ustat pun bertanya, sekarang apa yang akan kamu kerjakan? Jawab preman itu "tidak tau pak mungkin saya akan ngamen / jualan dasi saja. Jawab pak ustat kembali "baguslah kalau begitu, sekarang kamu sudah banyak perubahan yang positif. Nah sekarang tinggal 1 bab lagi yang terakhir. Coba kamu baca dengan baik dan besok kita ketemu lagi disini pagi hari jam 7 ya biar kita bisa lebih lama membahasnya lebih lama. Baik pak kata si preman itu.


Hari Keenam (Bahaya Sex)
bahaya sexDihari ini pak ustat menuju ketempat itu pukul 7 pas. Dan sudah terlihat preman itu disana, sepertinya sudah tidak sabar untuk membahas dan menyelesaikan isi dari buku lucu tadi. Bagaimana kabarnya mas? tanya sang ustat. bagaimana tentang bab yang terakhir tentang bahaya sex? Namun sang preman berkata dengan capat dan tegas " SEKARANG SAYA SUDAH LANGUSNG. Langsung apa mas? tanya sang ustat dengan muka senang, langsung berhenti? Preman itu menjawab Langung pak-langsung berhenti membaca buku lucu pak ustat.

Ustat kaget dan bertanya, lah kenapa? Jawab preman itu "lama-kelamaan tidak buat nikmat malah buat rugi diri saya sendiri, tidak boleh ini-tidak boleh itu. Ini saya kembalikan buku lucunya ke pak ustat, dan jangan pernah beri buku apapun walaupun buku itu selucu apapun. Titik.


Demikian cerita singkat yang cukup lucu untuk mengisi waktu luang anda. jangan lupa baca juga mengenai cerita lucu, gambar lucu, tebakan lucu, video lucu lainnya di blog ini, terimakasih.

No comments:
Write komentar